Khalifah dan Covid-19

Hadhrat Khalifatul Masih V atba, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifah Almasih ke-5

Berawal dari terjadinya pandemi yang mendunia di bulan Januari 2020, khalifah dari organisasi internasional, Jemaat Ahmadiyah memberikan berbagai macam kontribusi kemanusiaan baik intern maupun ekstern dan dukungan secara jasmani maupun ruhani. Coronavirus baru (Covid-19) telah menyebar dengan cepat dan telah diklasifikasikan oleh WHO sebagai Pandemi. Virus Ini pertama kali terdeteksi di Wuhan (China) pada akhir Desember 2019. Gejala-gejalanya dikaitkan dengan demam, batuk, dan masalah pernapasan yang menyebabkan kematian, terutama pada orang tua dan mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah.


Kekhawatiran Hadhrat Khalifah

Covid-19 tidak hanya memengaruhi kesehatan manusia saja, tetapi juga memiliki dampak yang sangat besar pada ekonomi. Bahkan, Covid-19 juga sangat berdampak pada negara-negara kaya dan adidaya. Hadhrat Khalifah juga mengingatkan bahwa begitu ekonomi negara-negara besar mengarah pada titik kehancuran, bisa jadi mereka akan mencoba merebut kekayaan alam dan ekonomi negara-negara kecil lainnya dan mencoba menjerat mereka dan kemudian, dengan berbagai alasan mereka akan merebut kekayaan mereka. Bahkan ada yang berpendapat bahwa di satu sisi, perang dingin ini telah dimulai dan sangat mungkin berakhir dengan pecahnya perang yang menggunakan persenjataan yang menimbulkan malapetaka.

Berkenaan dengan situasi yang demikian Hadhrat Khalifah telah menulis surat-surat kepada para pemimpin dunia dan mengajak mereka untuk memikirkan bahwa dampak Covid-19 yang merusak dan melumpuhkan merupakan sebuah peringatan Ilahi bagi manusia. Surat-surat bersejarah ini, yang dikirim selama bulan Juni 2020, ditulis kepada para pemimpin dari 14 negara, yaitu Australia, Kanada, Cina, Perancis, Jerman, Ghana, India, Israel, Jepang, Nigeria, Rusia, Sierra Leone, Inggris dan Amerika Serikat. Surat-surat itu juga dikirim kepada Paus Francis dan Sekretaris Jendral PBB, Antonio Guterres.


Dukungan Spiritual/Ruhani

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad atba, Khalifatul Masih V atba telah memberikan instruksi langsung kepada Jamaahnya melalui siaran langsung bahwa Covid-19 telah memaksa orang-orang duniawi untuk merenung dan berdamai dengan Tuhan. Allah Ta'ala adalah Tuhan yang hidup, yang telah mengumumkan akan menunjukkan jalan bagi mereka yang mempunyai keinginan untuk menuju kepada-Nya. Dia telah mengumumkan akan maju beberapa langkah dan memegang tangan mereka yang hanya mengambil satu langkah kepada-Nya. Dia telah mengumumkan akan membawa (mereka) ke dalam perlindungan-Nya. (Khotbah Jumat tanggal 20 Maret 2020).

Hadhrat Khalifah menyampaikan bahwa agar terhindar dari dampak buruk dari takdir Tuhan, perlu bagi kita untuk kembali kepada Allah Ta’ala. (Khotbah Jumat tanggal 6 Maret 2020). 

Hadhrat Khalifah juga menyatakan bahwa umat manusia harus menyadari bahwa ini adalah peringatan dari Allah Ta’ala agar umat manusia menghentikan ketidakadilan. Boleh jadi ini merupakan tanda dari Allah Ta’ala mengingatkan bagaimana kita harus memenuhi kewajiban dan tanggung jawab kita. (Khotbah Jumat tanggal 1 Januari 2021). Salah satu tanggung jawab terbesar kita sebagai manusia adalah mengingat-Nya, senantiasa beribadah kepada-Nya dan berbuat baik kepada sesama.

Pandemi ini adalah peringatan yang keras bagi umat manusia untuk melakukan perbaikan diri dan meninggalkan segala bentuk ketidakadilan dan kekejaman. Ini adalah pesan nyata bagi umat manusia yang mengarahkan orang-orang duniawi agar ingat kepada Allah Ta’ala dan memenuhi segala hak-Nya dan hak sesama. (Review of Religions, 8 Desember 2020).

Hadhrat masih Mau'ud (a.s.) memerintahkan, “Selain memperhatikan kebersihan rumah, jagalah juga kebersihan pakaian dan selokan-selokan.” Beliau (a.s.) juga menyampaikan “Yang paling utama adalah bersihkan hati dan jalinlah hubungan sejati dengan Allah Ta’ala.” (Khotbah Jumat tanggal 10 April 2020).

Dalam situasi seperti ini, di samping kita perlu memperbaiki diri sendiri, kita juga perlu menyampaikan tabligh kita kepada orang lain tentang pesan damai Islam (Khotbah Jumat tanggal 20 Maret 2020).

Dukungan Khalifah secara Pribadi

Hadhrat Khalifah V atba memberikan dukungan secara pribadi kepada para Jamaahnya dan memberikan motivasi-motivasi ruhani kepada mereka. Beliau menjelaskan bahwa orang-orang menulis surat kepada saya dengan mengungkapkan kegelisahannya. Mereka sedih karena orang-orang yang mereka kasihi, kerabat dan kawan mereka terdampak pandemi. 

Hadhrat Khalifah V atba menjelaskan kepada mereka bahwa saat ini kita hendaknya secara khusus banyak berdoa kepada Allah Ta’ala dan memohon kasih sayang dan karunia-Nya. Olah karena itu setiap Ahmadi hendaknya berusaha untuk tunduk di hadapan Allah Ta’ala (Khotbah Jumat tanggal 10 April 2020).

Banyak sekali yang menulis surat kepada Hadhrat Khalifah. Beliau memberikan jawaban bahwa kita hendaknya selalu ingat bahwa jalan untuk berdoa terbuka bagi kita. Kita harus bersujud di hadapan Allah Ta’ala disertai keyakinan bahwa Allah Ta’ala senantiasa membuka jalan doa-doa bagi kita. Allah Ta’ala senantiasa mendengarkan doa-doa kita. Jika kita tunduk di hadapan-Nya dengan segenap ketulusan, maka Allah mengabulkannya. Allah Ta’ala Yang paling mengetahui, dalam corak apa Dia akan mengabulkan doa kita. (Khotbah Jumat tanggal 10 April 2020).

Dukungan ketika Lockdown

Ketika situasi darurat, Hadhrat Khalifah V atba menyampaikan bahwa ada keringanan untuk tidak melaksanaknnya di masjid. Beliau menjelaskan dalil-dalil dan riwayat-riwayat di zaman Rasulullah saw mengenai kondisi darurat yang memperbolehkan untuk shalat di rumah. Hal ini disampaikan dalam pesan khusus secara Live tanggal 27 Maret 2020 melalui Muslim TV

Hadhrat Khalifah V atba menyampaikan bahwa dalam kondisi Lockdown yang meliputi seluruh Ramadhan (tahun 1441H atau 2020 M), kita pun hendaknya tetap meningkatkan upaya-upaya untuk tetap melaksanakan shalat berjamaah dan daras. Ajarkanlah dasar-dasar agama kepada anak-anak. Anda hendaknya meningkatkan ilmu pengetahuan bagi diri sendiri dan juga anak anak. Berikanlah perhatian pada doa-doa dan secara khusus, mintalah rahmat/kasih sayang Ilahi bagi diri sendiri dan juga dunia. Ambillah manfaat sebanyak-banyaknya dari suasana yang Allah Ta’ala berikan saat ini. Suasana yang diciptakan oleh wabah ini di rumah rumah kita, seperti yang telah saya katakan, hendaknya menarik perhatian kita untuk lebih baik lagi, bukannya seperti halnya rumah-rumah orang-orang duniawi pada umumnya yang di dalamnya perkelahian dan kerusakan semakin meningkat sehingga membuat kegelisahan semakin bertambah. (Khotbah Jumat tanggal 24 April 2020).


Dukungan Khalifah Melalui Petunjuk Praktis

Hadhrat Khalifah V atba menginstruksikan diantaranya agar:

  • Orang-orang yang telah lanjut usia (berumur tua), yang sedang sakit atau sedang menderita penyakit yang membuat daya tahan tubuhnya melemah, mereka perlu untuk sangat berhati-hati. mereka hendaknya jangan sering keluar rumah (Khotbah Jumat tanggal 20 Maret 2020).
  • Secara umum para wanita hendaknya menghindar untuk datang ke masjid. Mereka biasa datang dengan membawa anak-anak, sehingga mereka harus menghindar datang ke mesjid (Khotbah Jumat tanggal 20 Maret 2020).
  • Tutuplah ketika bersin dengan sapu tangan. Atau tutuplah ketika bersin dengan lengan sehingga tetesan/droplet tidak menyebar kemana-mana. (Khotbah Jumat tanggal 20 Maret 2020)
  • Kita harus berdoa, semoga Allah Ta’ala melindungi kita semua dari keburukan penyakit ini karena sarana penyelesaian utama yang kita miliki adalah doa (Khotbah Jumat tanggal 20 Maret 2020).
  • Memerintahkan untuk melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah saja, mengikuti ketentuan pemerintah setempat yang berlaku (Instruksi 20 Mei 2020)

  • Bagi para relawan, hendaknya memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan, support (dukungan), bantuan medis dan juga obat-obatan karena mereka harus tetap di rumah selama lockdown (Khotbah Jumat tanggal 24 April 2020).

  • Bagi para relawan dihimbau untuk menggunakan masker. Hal itu perlu ditaati. Lakukanlah tugas tersebut dengan penuh kehati-hatian dan doa. Janganlah bertindak ceroboh. Janganlah tanpa sebab menjerumuskan diri sendiri pada kebinasaan, karena sikap seperti itu merupakan kebodohan bukan keberanian (Khotbah Jumat tanggal 10 April 2020).

  • Tidak melakukan piknik di taman-taman (terbuka); Yang diizinkan adalah sebatas berjalan untuk menghirup udara di tempat terbuka untuk olahraga, maka pergilah dengan jalan kaki atau sepeda dari rumah (Khotbah Jumat tanggal 10 April 2020)


Dukungan Kemanusiaan

Hummanity First membagikan makanan di Niger, disponsori oleh Humanity First Norwegia

Hadhrat Khalifah ke-V, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (atba) menyatakan bahwa melayani kemanusiaan adalah merupakan ciri khas Jemaat Muslim Ahmadiyah. Oleh karena itu merespon dampak pandemi Covid-19 terhadap masyarakat, Jemaat Muslim Ahmadiyah melalui sayap organisasi sosialnya Humanity First bergerak cepat sejak Maret 2020 melaksanakan program-program kemanusiaan secara global di 66 negara dengan 2,677 relawan, mendonorkan 1,500 kantong darah, memberikan Alat Pelindung Diri (APD) ke 105 Rumah Sakit, membagikan langsung hand sanitizer dan masker ke masyarakat sebanyak 168.785 buah , menyajikan makanan untuk 5.200.000 orang dan memberikan sumbangan uang senilai Rp 45.703.215.00

Selain itu Humanity First juga memiliki sejumlah inisiatif dengan mengirimkan para sukarelawan untuk membantu mereka yang rentan akan penyakit ini dan terisolasi di rumah serta tunawisma. Organisasi tersebut juga menyediakan tempat cuci tangan di halte bus, membuat poster panduan dan video tentang Covid-19. Kami juga memproduksi masker dan gel pembersih tangan sendiri untuk distribusi gratis dalam skala kecil.


Covid-19 dan Wabah Thaun

Ada sebagian orang beranggapan bahwa wabah pandemi virus ini adalah sebuah tanda dari Allah Ta'ala sehingga mereka berfikiran tidak perlu bagi kita untuk melakukan pencegahan atau pengobatan atau sejenisnya. 

Hadhrat Khalifah atba menjelaskan bahwa kita tidaklah mengetahui apakah wabah ini merupakan tanda khusus atau bukan. Tapi secara umum, begitu juga pada beberapa khotbah yang lalu telah saya sampaikan berkenaan dengan wabah ini bahwa musibah dan bencana bumi dan langit semakin meningkat drastis setelah diutusnya Hadhrat Masih Mau’ud (as). 

Dengan demikian, secara umum tidak ada yang berhak mengaitkan wabah ini dengan wabah tha’un yang terjadi pada zaman Hadhrat Masih Mau’ud (as). Tidak berhak juga mengatakan --nauzubillah-- jika ada Ahmadi yang terkena penyakit ini atau wafat karenanya, berarti keimanannya lemah. (Khotbah Jumat tanggal 10 April 2020).


Sumber

https://ahmadiyah.id/petunjuk-petunjuk-menghadapi-virus-corona-covid-19.html

https://ahmadiyah.id/siaran-pers/pemimpin-ahmadiyah-berbicara-dampak-pandemi-covid-19

https://ahmadiyah.id/surat-pemimpin-ahmadiyah-kepada-pemimpin-dunia-saat-pandemi-covid-19

https://ahmadiyah.id/khalifah-muslim-ahmadiyah-serukan-shalat-idul-fitri-di-rumah-di-masa-pandemi-covid-19

https://ahmadiyah.id/112-tahun-khilafah-spiritual-ahmadiyah

https://ahmadiyah.id/menghadapi-wabah-pandemi-corona-tugas-tugas-dan-tanggungjawab-para-ahmadi.html

https://ahmadiyah.id/naskah-lengkap-pesan-khusus-khalifah-ahmadiyah-pengganti-khotbah-jumat-di-tengah-pandemi-virus-corona.html

https://ahmadiyah.id/puasa-ramadhan-di-tengah-suasana-pandemik-corona.html

https://humanityfirst.org/

https://covid19.humanityfirst.org/

https://www.mta.tv/

https://covid19.go.id/


Baca Juga:

(1) Ahmadiyah.id - Khilafat

(2) Ahmadiyah.id - Khilafah

(3) Alislam.org - Khilafat

(4) Ahmadiyah.id - 112 tahun Khilafat

Tag:

#Khalifah, #Ahmadiyah, #Mirza Masroor Ahmad, #KhalifahAhmadiyah, #KhalifahIslam, #ImamMahdi, #Perdamaian

Related Posts

Posting Komentar