Memahami Arti Khalifah

4 komentar
Arti Khalifah - Cinta Islam

Khalifah diserap dari bahasa arab. Kata yang dipakai adalah kata خليفة‎ (kholiifah). Dalam kamus Almaany, khalifah menurut bahasa artinya pengganti dan suksesor. Kata khalifah خليفة‎ (kholiifah) berakar dari kata kholafa-yakhlufu (خَلَفَ - يَخْلفُ) yang berarti menggantikan, mengangkat, mengikuti, mengambil tempat. Dalam bahasa inggris dikenal kata Caliph dan Caliphate, keduanya diambil dan ditransformasikan dari bahasa arab Khalifah dan Khilafah. Berdasarkan alislam.org, penggunaan kata Caliph dalam bahasa inggris digunakan sejak tahun 1393. Sedangkan kata caliphate sejak tahun 1614.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata khalifah berarti wakil atau pengganti Nabi Muhammad saw. setelah beliau wafat baik dalam urusan negara dan agama yang melaksanakan syariat atau hukum agama Islam dalam kehidupan negara. Arti kedua dari kata khalifah adalah gelar kepala agama dan raja di negara Islam. Arti ketiga dari kata khalifah adalah penguasa atau pengelola.

Secara istilah, khalifah adalah gelar yang diberikan untuk penerus kan para pendahulunya yakni para Nabi. Mereka bertugas meneruskan amanah/tugas para Nabi. Biasanya seorang khalifah juga dipanggil amiirul-mu'miniin (أمير المؤمنين) atau "pemimpin orang-orang yang beriman".

Kita mengetahui bahwa umur manusia adalah pendek. Sedangkan missi Allah Ta'ala akan berjalan dalam waktu yang panjang. Oleh karena itu rangkaian antara kenabian dan khalifah merupakan satu keniscayaan. Mereka saling melengkapi satu sama lain dengan tujuan yang sama.

Pengertian khalifah menurut Al-Qur'an (QS 24:56), khalifah adalah sosok pemimpin yang diutus dan dijanjikan Allah Ta'ala bagi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh. Khalifah diutus tidak hanya kepada umat Islam. Akan tetapi umat-umat terdahulu telah diberikan anugerah para khalifah (baik khalifatulloh [para nabi atau rasul] maupun khalifaturrosul [para penerus nabi atau rasul]) dan kepemimpinan itu akan berulang lagi dianugerahkan kepada Umat Islam. Orang-orang yang membelot dan tidak taat dari sistem kekhalifahan ini akan menjadi orang-orang yang fasik. Yakni mereka akan menjadi orang-orang yang menentang kebenaran, iri hati, dengki dan mungkin saja akan melakukan kejahatan dengan berbagai cara.


Perbedaan Khalifah dan Khilafat

Khilafat dan Khalifah dilihat dari segi bahasa berasal satu akar kata yang sama, yaitu kholafa-yakhlufu (خَلَفَ - يَخْلفُ) yang berarti menggantikan, mengangkat, mengikuti, mengambil tempat. Sedangkan Khilafat (خِلاَفَة) adalah merupakan bentuk masdar atau kata benda yang berarti suksesi, Kekhalifahan atau Jabatan Khalifah.


Fungsi Khalifah

Fungsi sistem kekhalifahan adalah

(1) Meneruskan tugas pendahulunya, sesuai hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yaitu khilaafatan 'alaa minhaajin-nubuwwah, yakni kekhalifahan atau kepemimpinan yang berasaskan (tugas) nabi (sebelumnya).

(2) Memperbaiki kekurangan di dalam umat setiap kali masalah itu muncul. Contohnya adalah menyelesaikan pertikaian-pertikaian di dalam umat, sehingga menjadi satu umat yang kuat dan bersatu dalam satu kekuatan.

Tugas Khalifah

Sedangkan detil tugas seorang khalifah adalah sesuai firman Allah Ta'ala (QS 24:56), Kekhalifahan atau Khilafat diutus dengan tujuan untuk:

  1. Meneguhkan agama Islam yang telah Allah Ta'ala ridhoi bagi kita
  2. Memberikan rasa aman dan rasa damai kepada orang-orang yang mengimani, mengikuti dan mentaatinya.
  3. Akan menekankan kepada pengikutnya agar tetap beribadah kepada Allah Ta'ala apapun situasinya sehingga mereka menjadi hamba Allah yang hakiki.
  4. Akan menyingkirkan kemusyrikan-kemusrikan dalam diri pengikutnya sehingga mereka menjadi para mukmin hakiki.

Sedangkan berdasarkan QS Ali 'Imran 165 (dengan basmallah), maka tugas seorang khalifah adalah meneruskan tugas seorang Nabi, yaitu:

  1. Membacakan ayat-ayat Allah kepada orang-orang,
  2. mensucikan mereka,
  3. mengajarkan Kitab Suci,
  4. mengajarkan Hikmah,

Karakteristik Khalifah

Ada beberapa jenis khalifah dipandang dari sabda Abu Bakar Siddiq r.a. yaitu,

  1. Khalifatulloh
  2. Khalifatur-rosul

Dalam beberapa hadits, Almahdi diberikan gelar sebagai khalifatulloh. Ini artinya Almahdi itu adalah seorang nabi atau rasul. Ini senada dengan sabda Abu Bakar Siddiq r.a. bahwa beliau tidak mau dipanggil sebagai khalifatulloh akan tetapi beliau ridho jika dipanggil sebagai khalifatur-rosul (khaliifaturrosuululloohi shollalloohu 'aihii wa sallam).

Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. dalam buku Alwasiyat menjelaskan bahwa kenabian merupakan kudrat awwal. Sedangkan kekhalifahan adalah kudrat tsaniyah.

Dalam hadits juga diriwayatkan bahwa setelah kenabian itu ada khilafat (kekhalifahan). Dan setelah khilafat (kekhalifahan) berakhir maka akan muncul kerajaan-kerajaan.


Masa-masa Khalifah Islam yang Dinubuwwatkan

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, bahwa ada beberapa masa kekhalifahan untuk umat Islam ini:

  1. Kenabian
  2. Khilafat di atas manhaj nubuwwah
  3. Masa kerajaan yg sangat kuat
  4. Kerajaan yang kejam
  5. Khilafat di atas manhaj nubuwwah

Pemilihan Khalifah

Khalifatullah yakni seorang Nabi dan Rasul, tentu saja Allah Ta'ala yang memilihnya. Sedangkan Khalifatur-Rosuul yakni penerus para nabi diutus oleh para sahabat-sahabat Nabi yang paling bertaqwa.

Allah Ta'ala secara tata-caranya yang khas menunjuk seorang khalifah juga. Dia memilih seseorang yang paling memenuhi syarat untuk menjadi seorang khalifah dan memberikan bimbingan (hidayah) dan meresapkannya kedalam hati sekelompok orang yang beriman dan saleh untuk mewujudkan Kehendak-Nya melalui proses pemilihan khalifah. Dengan demikian, secara zahir tampaknya khalifah dipilih oleh sekelompok orang saleh, tetapi sebenarnya Kehendak Allah-lah yang membimbing hati mereka untuk memilih khalifah Pilihan-Nya. Setelah seorang khalifah dipilih, ia tetap menjadi khalifah selama sisa hidupnya sebagai bukti hidupnya Kehendak Allah.


Apa Perbedaan Nabi atau Rasul dan Khalifah

Ada beberapa pandangan mengenai kata khalifah ini. Jika kita pandang dari kata khalifatulloh maka jelas nabi itu adalah khalifah Allah, yakni sebagai wakil Allah Ta'ala untuk menyampaikan jalan hidayah kepada umat manusia dan menjadi saksi bagi mereka. Salah satu contohnya adalah Nabi Dawud diberikan gelar khalifah secara langsung dari Allah Ta'ala (QS Shad [38]: 27 dengan basmallah).

Jika dipandang dari segi khalifatur-rosuul, maka pemimpin yang meneruskan perjuangan dan missi Nabi dan Rasul itu disebut khalifah juga. Ini sesuai dengan sabda dari Khalifah Abu Bakar Siddiq r.a.

Jadi disimpulkan bahwa setiap nabi atau rasul itu adalah khalifah, yaitu khalifatulloh sedangkan setiap khalifah tidak selalu mempunyai gelar kenabian atau kerosulan.


Khalifatulloh menjadi Wakil Khalifatulloh Lainnya

Ada pula corak yang berbeda dengan khalifatullah. Jadi ada seorang Nabi yang menjadi wakil dari Nabi lainnya. Misalnya: Nabi Musa a.s. (sebagai khalifatullah) dan Nabi Harun a.s. (sebagai khalifatullah yang mewakili nabi Musa a.s.). Selain itu pula ada Nabi Ibrohim a.s. (sebagai khalifatullah) dan Nabi Ismail a.s. dan Nabi Ishak a.s. (sebagai khalifatullah yang mewakili nabi Ibrohim a.s.).

Di zaman umat Islam, Nabi Muhammad saw sebagai khalifatulloh dan Nabi Isa a.s. yang dijanjikan (Al-Masih Al-Mau'ud) menjadi khalifatulloh yang mewakili Rasulullah saw di akhir zaman.


Apakah Khalifah dan Raja itu Sama

Dalam sejarah Islam, gelar khalifah mempunyai bermacam-macam corak dan warna. Ada yang bercorak agama maupun politik. Ada raja yang mendakwakan diri dengan gelar khalifah.

Dalam pandangan yang mulia Rasulullah saw melalui hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan hadits yang diriwayatkan As-suyuthi dalam kitab Jami'ush-shoghir menyatakan bahwa setelah Khilafat di atas manhaj nubuwwah, akan datang para raja-raja. Jadi walaupun dalam sejarah mereka menyatakan diri sebagai khalifah, akan beliau tidak didukung oleh Rasulullah saw dalam pendakwaannya sebagai khalifah akan tetapi mereka hakikatnya hanya seorang raja.

Hal ini dikuatkan oleh satu riwayat dari Hadhrat Umar r.a. yang pernah menanyakan kepada Salman, “Saya ini seorang Raja atau Khalifah?” Salman manjawab, “Jika engkau mengambil (hasil) dari bumi kaum Muslimin satu dirham atau lebih, lalu engkau pergunakan tidak pada tempatnya (berbuat zalim), maka sesungguhnya engkau adalah raja bukan Khalifah”. Mendengar jawaban itu Umar bin Khattab r.a. menangis.

Dari kisah di atas jelas bahwa khalifah melaksanakan kepemimpinannya sesuai dan selaras dengan syariat Islam yang dicontohkan yang mulia Rasulullah saw sehingga tidak akan berbuat zalim atau sewenang-wenang. Sedangkan kepemimpinan raja adalah sesuai dengan kehendaknya atau sangat besar kemungkinan seorang raja berbuat zalim terhadap rakyatnya.

Walapun berbedaan antara raja dengan khalifah, tetapi ada beberapa khalifatullah atau Nabi yang menjadi raja. Beberapa diantara mereka adalah: Nabi Dawud a.s., Nabi Sulaeman a.s. dan Nabi Muhammad saw. (sebagai pemimpin Madinah, Mekah dan sekitarnya) Ada pula khalifatullah yang diberikan anugerah menjadi seorang menteri kerajaan, yaitu Nabi Yusuf a.s.


Khalifah dan Teritorial

Khalifah Islam hakikatnya tidak membutuhkan teritorial. Namun khalifah mampu menembus sekat-sekat perbedaan bangsa, ras dan keyakinan untuk meneguhkan kemanusiaan dan perdamaian tanpa diskriminasi, sehingga gema takbir yang akhir-akhir ini terasa menyeramkan pada banyak orang akan kembali menjadi gema takbir yang mendamaikan seluruh Makhluk Tuhan.


Kepemimpinan yang Tercatat dalam Sejarah Islam

Kepemimpinan dalam Islam yang dinubuwwatkan Rasulullah saw melalui hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad telah menjadi sempurna. Zaman para khalifah dan kerajaan secara umum diantaranya:

Khalifatulloh

  • Hadhrat Muhammad (saw), Nabiyullah (saw), Rasulullah (saw), Khootaman-Nabiyyiin - 609M s.d. 632 M (23 Tahun)

Khalifatur-Rosul

Berikut ini 4 khalifah setelah Nabi Muhammad saw wafat atau 4 khalifah pengganti Nabi Muhammad saw atau 4 khalifah penerus kepemimpinan Nabi Muhammad yaitu:

Mereka itu dikenal sebagai Khulafa al Rasyidin atau Khulafaur Rasyidin atau para Khalifah Rasyidin. Keempat khalifah tersebut ada para sahabat Nabi Muhammad saw yang terbaik.

Kerajaan-Kerajaan

Khalifatulloh

Khalifatul-Masih

 

Catatan Kaki:

     

    Baca Juga:

    (1) Ahmadiyah.id - Khilafat

    (2) Ahmadiyah.id - Khilafah

    (3) Ahmadiyah.id - Ayat Alquran tentang Khilafat

    (4) Ahmadiyah.id - Hadits tentang Zaman Khilafat

    (5) Alislam.org - Khilafat

    (6) Ahmadiyah.id - 112 tahun Khilafat

    (7) Wikipedia - Khalifah

     

    Tag:

    #Khalifah, #Ahmadiyah, #Mirza Masroor Ahmad, #KhalifahAhmadiyah, #KhalifahIslam, #ImamMahdi, #Perdamaian

    Lebih baru Terlama

    Related Posts

    4 komentar

    Posting Komentar