Biografi Khalifah Al-Masih V: Sang Juara Perdamaian dan Pembela Islam

Hadhrat Khalifatul Masih V atba, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad

Khalifah Al-Masih atau Khalifatul Masih, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad adalah Khalifah kelima dari Jemaat Muslim Ahmadiyah. Beliau terpilih untuk gelar Khalifah seumur hidup ini sejak 22 April 2003. Beliau menjabat sebagai kepala ruhani/spiritual dan administrasi di seluruh dunia dari sebuah organisasi keagamaan internasional dengan keanggotaan sekira sepuluh juta jiwa lebih yang tersebar di lebih dari 200 negara di dunia. 

Beliau sering disapa oleh para Ahmadi lainnya dengan gelar Amiirul Mu'miniin (Amir bagi para Mukmin) atau Huzur (yang mulia). Beliau juga senantiasa didoakan oleh para pengikutnya dengan doa ayyadahuLLoohu ta'aala bi nashrihil-'aziiz (semoga Allah Ta'ala menguatkan beliau dengan pertolongannya Yang Perkasa). Doa ini selalu ditulis dengan singkatan aba atau atba. 

Beliau lahir pada 15 September 1950 di Rabwah, Pakistan. Setelah menyelesaikan gelar Magister Ekonomi Pertanian pada tahun 1977 dari Universitas Pertanian di Faisalabad, Pakistan, beliau secara resmi mempersembahkan hidupnya untuk pengabdian kepada Islam.

Dari tahun 1977 hingga 1985, beliau berkhidmat untuk Islam di Ghana. Beliau menjalankan proyek pembangunan sosial, pendidikan, dan pertanian. Satu catatn yang gemilang bahwa beliau berhasil menanam gandum di tanah Ghana untuk pertama kalinya dalam sejarah bangsa itu. 

Beliau dari Ghana kembali ke Pakistan tahun 1985 dan berkhidmat di berbagai posisi administrasi senior dalam Jemaat Muslim Ahmadiyah selama 18 tahun berikutnya, termasuk sebagai Ketua Eksekutif Jemaat Muslim Ahmadiyah di Pakistan dari tahun 1997 hingga --di puncak pengabdiannya-- beliau terpilih sebagai Khalifah.

Huzur tinggal di 16 Gressenhall Road, London SW18 5QL, U.K. beserta istri, Amtul Sabooh Ahmad. Beliau memiliki dua anak dan tiga cucu. 

Beberapa waktu sebelum terjadi pandemi Covid-19, beliau tinggal di Islamabad, Sheephatch Lane, Tilford GU10 2AQ, U.K. sampai saat ini

Hobi

Hobi beliau adalah berkebun, membaca, fotografi dan berjalan kaki.

Dari sumber yang tidak resmi, ketika Huzur V atba berkunjung ke Singapura tahun 2013, salah seorang penerima tamu menyatakan bahwa Huzur gemar dengan es krim. Beliau bisa menghabiskan es krim dalam gelas besar dalam waktu yang tidak lama.

Komunikasi dengan para Ahmadi

Koresponden Melalui Surat

Huzur menerima ribuan surat setiap harinya dari para Muslim Ahmadi dan non-Ahmadi di seluruh dunia untuk meminta petunjuk, pendapat, pertimbangan dan bimbingan serta doa.

Mulaqat (Pertemuan Tatap Muka)

Selain melakukan komunikasi secara tidak langsung melalui surat, Huzur juga melakukan pertemuan dengan setiap anggota Jemaat, setiap hari. Akan tetapi setelah terjadi pandemi Covid-19, Mulaqat atau pertemuan secara langsung dihentikan sampai pandemi dinyatakan usai.

Sebagai perhatian beliau dengan anggota Jemaatnya, Huzur membuka jadwal pertemuan dengan para Ahmadi melalui tatap muka jarak jauh secara daring (teleconference). Huzur selalu memberikan nasehat-nasehat dan menjawab pertanyaan-pertanyaan para Ahmadi.

Memberikan Tarbiyat atau Pendidikan Melalui Khotbah Jumat

Setiap hari Jumat, Huzur menyampaikan Khotbahnya kepada semua anggota Jemaat Muslim Ahmadiyah di seluruh dunia. Khotbah tersebut disiarkan langsung secara dan mendunia melalui MTA International, sebuah stasiun televisi satelit Muslim Ahmadi yang didirikan sejak tahun 1994, dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa utama di dunia.

Berbagai Acara di TV MTA Internasional

MTA International disiarkan melaui satelit-satelit di dunia. TV milik Ahmadi tersebut juga menyiarkan langsung acara-acaranya melalui streaming di www.mta.tv dan www.alislam.org. Khotbah Jumat diterjemahkan lansung dalam lebih dari 18 bahasa. Huzur menggunakan sarana ini untuk memberikan nasihat kepada para Muslim Ahmadi tentang berbagai masalah penting.

Bukti Nyata Khalifah Menjadi Juru Perdamaian

Huzur adalah tokoh Muslim terkemuka di dunia yang mempromosikan perdamaian dan kerukunan antar agama. Melalui khotbah, ceramah, buku, dan pertemuan pribadinya, Huzur senantiasa menyampaikan kepada manusia untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa (hablum-minalloh) dan mengkhidmati umat manusia (hablum-minannaas). Beliau juga terus mengadvokasi penegakan hak asasi manusia universal, masyarakat yang adil, dan menganjurkan pemisahan antara agama dan politik negara.

Sejak terpilih sebagai Khalifah, Huzur telah memimpin kampanye pesan damai Islam di seluruh dunia baik melalui media cetak maupun digital. Di bawah kepemimpinannya, Jemaat Ahmadiyah secara nasional (di beberapa negara) telah meluncurkan kampanye yang mencerminkan ajaran Islam yang hakiki dan Islam yang damai. Muslim Ahmadi di seluruh dunia terlibat dalam upaya untuk mendistribusikan jutaan selebaran yang berisi pesan-pesan damai kepada Muslim dan non-Muslim, mengadakan simposium lintas agama dan perdamaian dan menampilkan pameran Alquran. Ini dilakukan untuk untuk menyajikan ajaran Islam yang benar dan mulia. Kampanye-kampanye ini telah mendapat liputan media di seluruh dunia dan menunjukkan bahwa Islam memperjuangkan perdamaian, kesetiaan kepada negara dan mengkhidmati umat manusia.

Pada tahun 2004, Huzur mengadakan Simposium Perdamaian Nasional tahunan. Para tamu dari semua lapisan masyarakat berkumpul untuk bertukar pikiran tentang promosi perdamaian dan harmoni. Setiap tahun simposium menarik banyak menteri, anggota parlemen, politisi, pemimpin agama, dan pejabat lainnya. Pada tahun 2009, Yang Mulia juga meluncurkan trofi tahunan yaitu 'Trofi Muslim Ahmadiyah bagi Kemajuan Perdamaian', yakni penghargaan perdamaian internasional untuk individu atau organisasi yang telah menunjukkan komitmen dan pelayanan luar biasa untuk perdamaian dan kemanusiaan.

Pada tahun 2012, Kongres Amerika Serikat dan Parlemen Eropa mendapat manfaat langsung dari pesan Huzur tentang perdamaian, keadilan, dan persatuan.

Pada 27 Juni 2012, Hazrat Mirza Masroor Ahmad disambut di Capitol Hill di Washington DC di mana beliau menyampaikan pidato utama berjudul, 'Jalan Menuju Perdamaian, Hubungan yang Adil antar Bangsa', kepada audiens yang dipenuhi lebih dari 30 anggota Kongres Amerika Serikat. Sehubungan dengan peristiwa bersejarah ini, dibuatlah resolusi atau kesepakatan (yang dilakukan oleh partai politik yang saling beroposisi/bertentangan satu-sama-lain) di Dewan Perwakilan Rakyat untuk menghormati kunjungan Khalifah.

Pada tanggal 4 Desember 2012, Huzur menyampaikan pidato bersejarah di Parlemen Eropa di Brussel kepada lebih dari 350 tamu yang mewakili 30 negara, termasuk Presiden Parlemen Eropa. Selama tiga puluh lima menit, Huzur meminta kepada Uni Eropa untuk menjaga persatuannya dan menyerukan kesetaraan dan keadilan dalam hubungan internasional.

Pada tanggal 11 Februari 2014, Huzur menyampaikan pidato utama di 'The Conference of World Religions' yang diadakan di Guildhall, London. Dalam pidatonya, Huzur menguraikan komitmen Islam untuk mempromosikan saling pengertian, toleransi, dan rasa hormat berdasarkan ajaran Alquran dan kehidupan Nabi suci Muhammad (saw).

Pelayanan Publik

Huzur telah melakukan perjalanan Internasional untuk mempromosikan dan memfasilitasi pengkhidmatan kepada umat manusia. Beliau secara teratur bertemu dengan presiden, perdana menteri, kepala negara, anggota parlemen dan duta besar negara. Beberapa diantaranya:

  • Pidato Utama di Capitol Hill
  • Pidato Utama di Parlemen Uni Eropa
  • Pidato Utama di Hotel Montage
  • Pidato Utama di Gedung Parlemen Inggris

Huzur menaruh perhatian khusus dalam meringankan penderitaan negara-negara berkembang, dengan membantu meningkatkan pertanian mereka dan memfasilitasi akses ke makanan, air bersih, dan listrik. Beliau mengawasi pekerjaan International Association of Ahmadi Architects and Engineers (IAAAE), sebuah organisasi yang diberi pengarahan dengan memimpin berbagai proyek kemanusiaan dan pembangunan, di daerah terpencil di dunia. Cakupan dan keahlian organisasi ini telah berkembang pesat di bawah kepemimpinannya. Demikian pula, Yang Mulia mendukung pekerjaan Humanity First, sebuah organisasi amal/non-profit untuk pembangunan dan bantuan bencana internasional dan organisasi sejenis lainnya.

Di bawah kepemimpinan Huzur, Jemaat Muslim Ahmadiyah telah membangun sejumlah sekolah dan rumah sakit yang menyediakan fasilitas kelas atas di belahan dunia yang terpencil. Dan melalui berbagai organisasi Jemaat Muslim Ahmadiyah, Huzur telah mendanai biaya sekolah dan pendidikan banyak siswa yang kurang mampu di seluruh dunia, terlepas dari latar belakang agama mereka.

Tanggapan atas Persekusi atau Penganiayaan

Setelah beliau terpilih menjadi Khalifah di tahun 2003, Huzur terpaksa diasingkan dari Pakistan, negara asalnya. Konstitusi dan KUHP Pakistan membatasi anggota Jemaat Muslim Ahmadiyah untuk mengamalkan ajaran Islam atau menyatakan diri beragama Islam. Pelanggaran terhadap undang-undang yang represif ini berakibat pada denda, penjara, dan bahkan kemungkinan hukuman mati. Akibatnya, undang-undang tersebut mencegah Huzur untuk memenuhi tugasnya sebagai Kepala Organisasi Internasional dan karenanya beliau tidak dapat kembali ke Pakistan.

Meskipun penganiayaan yang dialami Muslim Ahmadi terus berlanjut di berbagai negara mayoritas Muslim, Huzur dengan tegas melarang pengikutnya untuk melakukan atau membalas dengan kekerasan apa pun. Pada 28 Mei 2010, teroris anti-Ahmadiyah menyerang dua masjid milik Jemaat Muslim Ahmadiyah di Lahore, Pakistan. Sebanyak 86 Muslim Ahmadi menjadi syahid ketika Sholat Jum'at, sementara puluhan lainnya terluka. Terlepas dari kebiadaban dan kejahatan terhadap kemanusiaan ini, Huzur menginstruksikan Muslim Ahmadi di seluruh dunia untuk menanggapi hanya melalui doa dan cara yang damai sepenuhnya.

Sumber:

Press Ahmadiyya

Biografi Hadhrat Khalifatul Masih V atba


Kunjungi juga:

Baca Juga:

(1) Ahmadiyah.id - Khilafat

(2) Ahmadiyah.id - Khilafah

(3) Alislam.org - Khilafat

(4) Ahmadiyah.id - 112 tahun Khilafat

Tag:

#Khalifah, #Ahmadiyah, #Mirza Masroor Ahmad, #KhalifahAhmadiyah, #KhalifahIslam, #ImamMahdi, #Perdamaian

Related Posts

Posting Komentar