Memenuhi Perintah Hijab Apakah Wajib?

Hijab.id

Hijab berasal dari bahasa Arab (حجاب). Dalam kamus Almaany, hijab berarti selubung, layar, penutup, pembatas dan dinding. Secara umum berarti segala hal yang menutupi dari yang diperintahkan untuk ditutupi atau terlarang untuk digapai. Hijab memiliki arti yang cukup luas. Salah satu arti sempitnya adalah merujuk kepada kerudung atau jilbab yang digunakan oleh wanita, khususnya wanita Muslim dan Tabir pemisah yang biasa digunakan masjid atau mushalla untuk memisahkan kaum laki-laki dan kaum wanita.

Hijab muslimah mencakup semua yang menutupi aurat wanita. Diantaranya adalah menutupi lekuk tubuh dan perhiasan wanita dari ujung rambut sampai kaki. Demi ketaatan kepada Allah, para wanita menutup aurat mereka dengan pakaian yang kerap disebut dengan Busana Muslim.

Berkenaan dengan hijab, Allah Ta'ala memerintahkan khusus kepada kaum wanita, yaitu "Hendaknya mereka mengenakan tutupan hingga menutupi dadanya, dan janganlah mereka menampakkan kecantikannya." Jadi memakai jilbab yang benar adalah hingga menutupi bagian dada. Karena perintah ini tercantum dalam Alquran, maka hukum berhijab adalah wajib untuk ditaati.

Memilih jilbab hendaknya dengan pilihan yang baik. Rasulullah saw pernah menasehati Asma, yaitu putri Abu Bakar (ra) agar tidak memilih Busana Muslim yang tipis.

Dari 'Aisyah radliallahu 'anha, bahwa Asma binti Abu Bakr masuk menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan mengenakan kain yang tipis, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun berpaling darinya. Beliau bersabda: "Wahai Asma, sesungguhnya seorang wanita jika telah baligh tidak boleh terlihat darinya kecuali ini dan ini -beliau menunjuk wajah dan kedua telapak tangannya-." (H.R. Abu Dawud)

Nasehat Rasulullah (saw) Lainnya

Akan kami sajikan beberapa nasehat-nasehat Rasulullah saw yang berguna menyempurnakan penggunaan hijab diantaranya,

Dari Abdullah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya (di mata laki-laki)." (H.R. Tirmidzi)

Walaupun sudah berhijab, tetapi tetap menjaga aurat lainnya karena syetan berupaya sekeras-kerasnya untuk menampakkan indah kaum wanita di mata laki-laki.

Tidak Boleh Pria dan Wanita Berdua-duaan.

Selain menutup aurat secara jasmani, hendaknya kaum Muslimin baik laki-laki maupun perempuan bisa menjaga akhlak mereka agar ruhani mereka pun terjaga. Diriwayatkan,

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidaklah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali ketiganya adalah setan." (H.R. Tirmidzi).

Wanita Tidak Ditemui Selain ada Mahramnya

Islam sangat menghargai dan menjaga wanita. Salah satunya adalah nasehat agar wanita tidak ditemui tanpa ada Mahramnya.

Saya mendengar Ibnu Abbas berkata; Saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah seraya bersabda: "Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali wanita itu disertai mahramnya. Dan seorang wanita juga tidak boleh bepergian sendirian, kecuali ditemani oleh mahramnya." (H.R. Muslim)

Pria Tidak Bersalaman dengan Wanita

Rasulullah saw, memerintahkan untuk menahan bersentuhan antara laki-laki dan wanita walaupun dengan bersalaman.

Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya saya tidak bersalaman dengan wanita." (H.R. Ibnu Majah)

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua, sehingga kita sebagai kaum Muslimin bisa melaksanakan perintah Allah dan nasehat Rasulullah saw dengan sebaik-baiknya. Aamiin yaa robbal 'aalamiin.

HIJAB.ID
Ruko Puri Dago no. A3
Jl. Terusan Jakarta, Antapani, Bandung 40293
Jawa Barat - Indonesia

Terbaru Lebih lama

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar