Sekilas Riwayat Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a.

khalifah abu bakar ash-shiddiq, (The vector version of the iconic calligraphy of the 1st Rashidun Chalif, Abu Bakr, which is prominent in the Hagia Sofia in Istanbul, Turkey)

Nama asli Khalifah Abu Bakar r.a. adalah Abdullah. Karena nama putra beliau bernama Bakr, maka beliau dikenal dengan nama "Abu Bakar" yang berarti ayah dari anak yang bernama Bakr. Ayah beliau bernama Abu Quhafah dan ibunya bernama Ummul Khair Salma. Beliau r.a. lahir sekira tahun 572 M di Mekkah. Beliau adalah teman karib Nabi saw. Beliau adalah salah seorang yang pertama di antara orang-orang yang membenarkan pendakwaan Nabi Muhammad saw. Dengan demikian beliau r.a. mendapatkan gelar Siddiq. Dia ditemani Nabi saw. selama perjalanan hijrahnya dari Mekah ke Madinah. Beliau r.a. adalah satu-satunya sahabat Nabi saw. di Gua Thaur, tempat berlindung selama perjalanan ini.

Setelah Hajjatul Wida (Haji Terakhir), ketika Nabi saw. jatuh sakit parah, beliau saw. memerintahkan kepada Hadhrat Abu Bakra r.a. untuk memimpin Shalat fardhu dalam hari-hari itu. Setelah kewafatan Nabi saw., Khalifah Abu Bakar r.a. terpilih sebagai Khalifah pertama. Beliau r.a. harus menghadapi situasi yang sangat sulit setelah kewafatan Nabi saw.

Masalah pertama adalah beberapa suku murtad meninggalkan agama Islam. Mereka merasa bahwa yang harus ditaati adalah Rasulullah saw saja. Mereka merasa tidak perlu setia kepada Khalifah. Tidak hanya itu, mereka mulai bersiap menyerang Madinah untuk meruntuhkan Khilafat yang baru berdiri. Setelah mengetahui niat mereka, beliau r.a. mengirim pasukan dan berhasil menekan pemberontakan mereka.

Masalah besar kedua yang dihadapi oleh Khalifah Abu Bakar Siddiq r.a. adalah banyak orang menolak membayar zakat yang penting untuk memenuhi kebutuhan negara dan mengkhidmati kaum dhuafa. Khalifah Abu Bakar r.a. bersumpah untuk mengumpulkan Zakat dari setiap orang dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan ini.

Yang paling berbahaya dari semua masalah adalah sejumlah orang yang ambisius. Mereka mengaku sebagai seorang nabi. Mereka memulai pemberontakan melawan negara. Mereka adalah Musalima Al-Kadzdzab dan Aswad Ansi. Mereka mengumpulkan pasukan besar dan merebut beberapa wilayah Muslim. Khalifah Abu Bakar r.a. segera melawan nabi palsu yang memberontak ini. Meskipun sumber daya sedikit, Allah Ta'ala memberinya kemenangan melawan para pemberontak tersebut.

Salah satu dari banyak pencapaian besar Khilafatnya adalah mengumpulkan teks-teks Alquran di satu tempat. Meskipun penulisan dan penyusunan Alquran dilakukan di bawah pengawasan Nabi saw. sendiri, namun tulisan tersebut ada di potongan kulit, daun dan papan. Khalifah Abu Bakar r.a. mengumpulkan semua potongan tulisan ini di satu tempat, dan mengatur hafalan Alquran secara sistematis untuk melestarikan Alquran.

Selama hari-hari terakhir kehidupan Nabi saw., beliau telah mengumpulkan pasukan untuk dikirim melawan Romawi yang telah melakukan beberapa serangan ke perbatasan Utara. Tentara Romawi ini masih berada di Madinah ketika Nabi saw. wafat. Ketika Khalifah Abu Bakar r.a. menjadi Khalifah, situasi hukum dan ketertiban di dalam dan di luar Madinah menjadi rumit. Mengingat bahaya ini, banyak sahabat Nabi saw. menasehati beliau untuk tidak melawan pasukan melawan Romawi. Tetapi Khalifah Abu Bakar r.a. menjawab dengan tegas, “Kuasa apa yang dimiliki Putra Abu Quhafah ini untuk menghentikan sesuatu yang telah dimulai oleh Nabi saw. Tentara Muslim, di bawah komando Hadhrat Khalid bin Walid r.a., menghancurkan pemberontakan di Bahrain. Kemudian Persia yang telah mendukung pemberontak Bahrain juga dikalahkan. Tentara Muslim juga mengalahkan pasukan Romawi dalam pertempuran Ajnadan dan Yarmuk. Dengan demikian, seluruh Suriah berada di bawah kendali negara.

Khalifah Abu Bakar r.a. meninggal pada tanggal 23 Agustus 634 M, setelah sakit selama lima belas hari. Beliau r.a. adalah salah satu dari sepuluh orang yang diberikan dijanjikan Nabi saw. tentang kabar suka bahwa mereka telah diberi ganjaran Surga. Khalifah Abu Bakar Siddiq r.a. memangku amanah sebagai seorang khalifah tahun 632-634 M yakni menjabat selama lebih dari dua tahun. (The Ahmadiyya Gazette, Majeed A. Mian, April / Mei 2000, hlm. 28-29).

 

Catatan Kaki:

    Baca Juga:

    (1) Ahmadiyah.id - Khilafat

    (2) Ahmadiyah.id - Khilafah

    (3) Alislam.org - Khilafat

    (4) Ahmadiyah.id - 112 tahun Khilafat

    Tag:

    #Khalifah, #Ahmadiyah, #Mirza Masroor Ahmad, #KhalifahAhmadiyah, #KhalifahIslam, #ImamMahdi, #Perdamaian

    Related Posts

    Posting Komentar