Wajibnya Taat kepada Khalifah

Ketaatan kepada khalifah atau pemimpin, Photo by Juan Burgos on Unsplash

Kepemimpinan merupakan satu kebutuhan mendasar manusia. Di kalangan beberapa hewan --yang tentunya tidak berakal-- mereka juga membutuhkan satu pemimpin. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan merupakan satu hal yang alami. Satu sistem kepemimpinan yang diajarkan oleh Allah Ta'ala kepada manusia adalah taat kepada khalifah, yaitu kepada khalifatullah dan khalifaturrasul.

Sebagai manusia, dalam batas-batas tertentu, kita adalah khalifah. Seperti yang difirmankan oleh Allah Ta'ala,

...إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً...

innii jaa'ilun(g) fil ardhi kholiifah

Yaitu maksudnya adalah sesungguhnya Aku (yakni Allah Ta'ala) adalah akan mengutus (manusia) menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi ini.

Jadi manusia dalam kadar tertentu adalah seorang khalifah atau pemimpinSatu organisasi terkecil dari kelompok manusia memerlukan imam atau pemimpin. Contohnya adalah keluarga. Seorang ayah adalah khalifah bagi keluarganya. Dengan adanya imam atau pemimpin keluarga maka kehidupan keluarga menjadi  terorganisir dengan baik. Jadi pemimpin merupakan satu fitrah bagi manusia.

Jika kita bisa amati bahwa umat Islam adalah sekelompok umat yang saat ini jumlahnya adalah terbanyak ke dua dunia. Jika umat ini tidak dipimpin oleh seorang khalifah, maka umat ini tidak akan bisa meraih kemajuan yang signifikan. Bahkan bisa jadi umat ini akan dipecah-belah oleh para musuh sehingga berperang satu sama-lain dan akhirnya bisa menjadi lemah. 

Allah Taala telah berjanji bahwa Dia akan menganugerahkan sistem kekhalifahan ini kepada orang yang beriman dan beramal shaleh. Iman dan amal shaleh hakiki itu hanya bisa diraih oleh orang-orang yang benar-benar menyamakan kata-katanya dengan amal. Dan juga menyamakan antara hati dan amalnya. Hal ini tentunya bisa dilakukan dengan jiwa pengorbanan.

Selain itu nikmat khalifah akan dianugerahkan mereka yang benar-benar berkeinginan dan sangat menghargai sistem ini. Mereka senantiasa mempersiapkan diri dengan ketaatan sempurna kepada sistem kekhalifahan. Mereka juga akan mempertahankan dengan segenap jiwa dan raga untuk tetap menjaga nikmat ini agar tetap berdiri diantara mereka.

Merupakan sunnah dari Rasulullah saw dan para Khulafaur-Rasyidin untuk melakukan janji setia kepada pemimpin. Beliau-beliau itu menyebut hal itu sebagai baiat. Para mukminin senantiasa melaksanakan baiat kepada Rasulullah saw dan khalifah saat itu untuk menunjukkan kesetiannya. Kaum mukminin yang setia itu menyerahkan dirinya untuk diawasi, tidak akan melakukan gugatan dan taat dalam kondisi senang maupun tidak senang dengan keputusan khalifah.

Mereka sangat menghargai nikmat ruhani itu. Dengan rasa syukur itu, Allah Taala memberikan keberkahan, solidaritas, persatuan, kekuatan dan kemuliaan. Mereka yakin bahwa kekhalifahan ini adalah anugerah Ilahi yang dengan mengingkari dan mendurhakainya, itu akan menjadi kemunduran dan kehancuran bagi mereka.

Mereka yakin bahwa khalifah adalah ulil-amri bagi mereka sehingga ini menjadi wajib untuk ditaati, seperti Firman Allah,

Yaa ayyuhal-ladziina aamanuu athii'ullooha war-rosuula wa ulil-amri min(g)kum

Wahai orang-orang mukmin, taatlah kepada Allah, dan Rasul ini (Rasulullah saw) dan orang yang mengurusi kalian.

khalifah Abu Bakar r.a. pernah menyampaikan bahwa agar mentaati beliau selama beliau mentaati Allah dan Rasul-Nya. Dan jika beliau tidak mematuhi Allah dan Rasul-Nya, maka beliau tidak punya hak untuk ditaati. 

Jadi para khalifatulloh (yaitu nabi atau rasul) dan khalifaturrosul itu mempunyai karakteristik untuk taat sepenuhnya kepada Allah. Mereka sudah dibentuk sedemikain rupa oleh Allah Ta'ala sebagai pemimpin umat. Dengan taat kepada mereka, sama artinya dengan taat kepada Allah Ta'ala.

Satu hal yang mustahil jika ketaatan Allah Taala berakibat buruk dan menjerumuskan kehidupan kita. Ketaatan kepada pemimpin yang dibentuk Allah Ta'ala akan menjadikan akhir yang bahagia. Sebaliknya, jika kita mengingkari pemimpin tersebut, maka sesuai firman Allah Ta'ala akan menjadikan kita menjadi pribadi yang fasik, yakni pribadi yang durhaka dan banyak dosa.

Apakah kita sudah siap untuk taat kepada khalifah? Ini hanya bisa dijawab oleh hati kita.

Baca Juga:

(1) Ahmadiyah.id - Khilafat

(2) Ahmadiyah.id - Khilafah

(3) Alislam.org - Khilafat

(4) Ahmadiyah.id - 112 tahun Khilafat

Tag:

#Khalifah, #Ahmadiyah, #Mirza Masroor Ahmad, #KhalifahAhmadiyah, #KhalifahIslam, #ImamMahdi, #Perdamaian

Related Posts

Posting Komentar